Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Karena Kewalahan, Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun Usulkan GOR Jadi Lokasi Karantina



Pemkab Cirebon diharap memfungsikan GOR RSUD Arjawinangun, menyusul tingginya bed occupancy ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Cirebon.

Direktur Utama RSUD Arjawinangun, J. Bambang Sumardi mengungkapkan, saat ini BOR di rumah sakit yang dipimpinnya mencapai sekitar 93%.

"Jumlah ruangan (perawatan pasien Covid-19) di RSUD Arjawinangun yang sekarang terisi 83 ruangan dari kapasitas 88 ruangan," bebernya, Jumat, 25 Juni 2021.

Di luar itu, masih ada sekitar 14 pasien Covid-19 yang menanti perawatan di RSUD Arjawinangun.

"Waiting list (daftar tunggu) sudah ada 14 orang. Mereka menunggu sampai hasil tes usapnya keluar," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kekurangan fasilitas perawatan bagi pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan, pihaknya mengusulkan GOR pada rumah sakit tersebut difungsikan sebagai lokasi karantina.

"BOR di rumah sakit penuh, kami mengajukan GOR RSUD Arjawinangun jadi lokasi isolasi pasien Covid-19," tuturnya.

Situasi itu pun diperburuk dengan kondisi para tenaga kesehatan (nakes).

Dia menyebut, sedikitnya 39 nakes di rumah sakit tersebut terpapar Covid-19. Terdapat dokter sebanyak 9 orang.

"Di RSUD Arjawinangun sekarang yang sakit 9 dokter," katanya kepada Arjawinangun ID.

Di tengah situasi itu, pihaknya terpaksa menutup ruangan bedah sentral selama 3 hari, setelah 7 nakes yang bertugas di ruangan itu terpapar Covid-19.

Bambang mengakui, pihaknya pun kewalahan menangani lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon, khususnya situasi di RSUD Arjawinangun.

"Kami kewalahan memberikan pelayanan kesehatan," ungkapnya.

Mengatasi ini, imbuhnya, otoritas di Kabupaten Cirebon pun memunculkan wacana relawan nakes.

Namun, belum diketahui pasti mekanisme pengadaan relawan nakes tersebut sebab masih dalam pembahasan.